Laman

Selasa, 02 April 2013

Dear Afrina Yuni Purnasari....Do The Best

Hari ini aku bahagia, gak tahu kenapa, hari ini apa ya? Selasa, 2 Maret 2013 jam 08.00 pagi ada pengumuman kalau ada  English Debate, saat itu aku mulai berfikir dan mengatakan sesuai kata hatiku. Aku berlari dan mendekat ke arah sahabatku. Dia sedang duduk bersama satu kelompok askeb 4 nya.."Sari.....ada English debate ikut ya..ayolah...ikut.." Dia berfikir sebentar dan ketika itu dia kemudian menjawab.."Aku ikut....Vit!".

Alhamdulillah, aku sebagai sahabat hanya bisa memberikan motivasi dan do'a untukmu Sar. Semoga hasilnya baik menurut Alloh untukmu. Aku bahagia kamu bisa ikut event ini, Sar. Aku akan selalu mendo-akanmu... Ya, gak tahu kenapa aku itu sayang kamu karena Alloh. Semoga Alloh memberikan hadiah terindah untukmu Sar. Aku melihat kamu itu something bagiku Sar, tapi gak tahu kenapa, kalau pas ketemu kamu itu rasanya kayak aku sayang gitu sama kamu sar, tapi sayangnya bukan yang aneh-aneh. Semoga kau sukses Sar, teruslah ikuti harapanmu, masih ada jalan yang sangat panjang untukmu, masih ada celah-celah yang kamu bisa tempuh untuk mencapai apa yang kamu cpai, gak harus yang itu Sar, aku yakin kamu bisa sukses..!!
Aku ingin sukses di jalanku dan semoga kamu juga sukses di jalanmu. Duhh,, gak bisa nahan nangis nih...pengen nangis tapi mataku udah berkaca-kaca pas nulis ini. Di blog ini aku hanya ingin ngungkapin isi hati aja...

Sedikit kembali ke masa lalu, pas kita pisah kamar itu aku mulai ngerasa kehilangan kamu, nasehatmu itu begitu cantik, kadang kalau aku ingat pas kita di kamar 21 aku kangen itu dan rasanya aku pengen kembali lagi ke masa dulu untuk hal ini. Semoga rasa cinta ini bisa aku jadikan semangat untuk meniru segala kebaikan2 yang ada padamu Sar.

Sar, ayo ada alan untuk Bahasa Asingmu...semangat..kamu bisa jadi Mapres..semangat Sari... :D
Salam sayang dari Vita :D

Jumat, 22 Maret 2013

Aku Gagal Ikut LCC, Ya Alloh...ini Do'a ku dulu yang tertunda


Bismillahirrohmanirrohiim
Hari ini Jumat, 22 Maret 2013 aku mendapat hikmah yang terjadi padaku. Kemarin sore jam 4 sore, aku dipanggil Mbak Eliza buat ketemu Bu Yuli. Aku tanya, “Ada apa mbak? Oh yang soal Bu Sumarah ya?”. Terus mbak El jawab, “Bu Yuli mau bilang pasti nanti kamu seneng.” Denger hal itu aku langsung ngarah ke beasiswa DIPA kemarin. Aku langsung buka pintu itu. Wajah Bu Yuli begitu berser-seri dan di sana juga ada Bu Eka. Hhhhu aku semakin ingin tahu ini ada apa ya, kata hati saya berbisik. Bu Yuli bilang ke aku, “ Mbak Vita sini duduk, sekarang tambah tinggi ya.”. Aku cuman bales nyengir ketawa malu hhoho...Memang aku kurus bu.bu..
Emm terus intinya aku diminta ikut jadi peserta LCC Kebidanan besok Sabtu itu, haaaa aku syoookk..pikirku bukannya udah kepilih ya kemarin.  Terus Bu Yuli bilang gitu lah, akhirnya aku minta pertimbangan Mbak El, ya terus aku iyain. Nah malemnya aku semangat banget belajar, karena amanah dari Bu Eka dan Bu Yuli ini aku pengen bener-bener bisa menangin, ya secara jujur aku pengen. Namun pas, pagi aku lagi belajar  Neonatus aku mulai agak pusing. Terus jam 9 nan aku berangkat ke kampus niatnya mau belajar ke HMJ biar bisa fokus soal di kamar udah gak fokus, tapi aku udah feeling gak enak, tau tau masuk kelas semua muka teman2 beda, berubah total. Aku jadi ngerasa ada yang beda. Ini apa gara-gara aku ikut LCC ya, ya Alloh ada aja ya,, aku gak enak banget sama temen2. Terus aku cuman bisa nangis dan diam saja. Pas Afra, Shol, Mona nyapa aku gak bales sama senyuman soal aku juga lagi bad mood, maaf.
Aku dibilangin Mona sesuatu dan mulai itu raut muka teman2 berubah, huh, aku semakin gak bisa konsen belajar. Akhirnya aku nangis dan nangis lagi. Aku makan terus sholat dhuhur di mushola, aku ngeluhin smua ini sama Alloh. Au inget kalau dulu perjanjiannya itu yang ikut LCC lewwat seleksi,,yah aku terus sms Bu Eka. Aku mohon maaf mengundurkan diri dengan alasan bla bla, ehhh tahunya di lorong ketemu Bu Eka lagi konseling sama Ninda Erna. Terus aku nangis di depan Bu Eka, menceritakan semuanya,,,akhirnya dengan berbagai pertimbangan syaa TIDAK JADI IKUT LCC. Namun dari hal ini aku cukup bangga dengan diriku, Ibu Yuli dan Bu Eka memandanga aku mampu dan aku bisa menjadi peserta LCC. Makasi Bu,,,atas semuanya,,jujur aku nyesel cancel ini namun ini komitmen jadi harus ditekan rasa perih ini hohoh.apa ini.
Selesai.....

Minggu, 10 Maret 2013

Penanganan Masalah Kependudukan di Indonesia dan di DIY

Negara itu terbentuk atas 3 unsur : rakyat, pemerintah yang berdaulat dan wilayah

Sumber data kependudukan diperoleh dari :
1. SENSUS ( cacah jiwa, dihitung satu persatu)
 1971 : sensus secara modern dan diakui oleh Internasional
 1995 : menjelang pemilu dan
 1980 : sepakat sensus berakhiran dengan angka 0 dan data terakhir itu 2010

2. SURVEI ( prinsipnya perbedaan metode, survei itu menggunakan sample/perwakilan)
  contohnya Surve Sosenas : sosial ekonomi nasional
                   SDKI (Survei Demografi Kesehatan Indonesia ) yang juga diselenggarakan negara2 di dunia : DHS : Demography and Heath Survey
 1987 : SPI (Survei Prevalensi Indonesia)
1991 : SDKI terakhir SDKI 2007, yang tahun 2012 itu belum direlease secara resmi

3. REGISTRASI : setiap ada kejadian langsung ditulis (lahir, mati, datang, kembali)

DINAMIKA PENDUDUK adalah proses perubahan pdd bertambah/berkurang
Faktor yang mempengaruhi adalah fertilitas, mortalitas imigrasi.
TFR: Total Fertility rate : rata2 jumalah anak yang dimiliki seorang wanita semas reproduskinya. Masa reproduksi itu 15 tahun - 49 tahun. Dulu tahun 1980-an di BKKBN usia repsroduksi itu 15-44 thn , tapi karena 44 th masih ada yang melahirkan jadi dibah jadi 15 tahun samapai 49 tahun..
NRR : Nett Reproductin Rate : rata2 jumalah anak perempuan yang dimiliki seorang wanita semasa reproduksinya.

TFR :
NRR : 1
Kenapa semboyan KB itu 2 anak, lebih baik? Karena 1 generasi orang hidup itu adlah 2 orang. Didalam 1 generasi normalnya 2 orang (suami dan istri) digantikan 2 anaknya. --> ke cerita Nabi Adam dan Siti Hawa

kELHIARAN PEMBAGINYA wUS = TFR : wUS

Rabu, 27 Februari 2013

Pengantar Epidemiologi

EPIDEMIOLOGI   W
EPI = tentang
DEMOS = penduduk
LOGIA = ilmu

         Epid adalah ilmu tentang DISTRIBUSI (penyebaran) dan DETERMINAN )faktor penentu) masalah kesehatan untu DEVELOPMENT (perencanaan) dari penanganan masalah kesehatan. Sebagai ilmu yang berkembang, epid mengalami perkembangan pengertian dan karena itu pula mengalami modifikasi dalam batasan atau definisinya. Berbagai definisi telah dikemukakan oleh para penulis dan para pakar yang mencurahkan waktunya dalam epid. Beberapa di antara mereka dapat disebutkan di sini.

       Wade Hampton Frost (1927), Guru Besar Epid di School of Hygiene, Universitas Johns Hopkins mendefinisikan epid sebagai suatu pengetahuan tentang fenomena massal (mass phenomen) penyakit infeksi atau sebagai riwayat alamiah (natural history) penyakit menular. Di sini tampak bahwa pada waktu itu penkanan perhatian epid hanya ditujukan kepada masalah penyakit infeksi yang mengenai massa (masyarakat).
           
          Greenwood (1934), Professor di School of Hygiene and Tropical Medicine, London, mengemukakan batasan epid yang lebih luas di manan dikatakan bahwa epid mempelajari tentang penyakit dan segala macam tentang kejadian penyakit yang mengenai kelompok (herd) penduduk. Kelebihan pengertian ini adalah dengan adanya penekanan pada kelompok penduduk yang memberikan arahan pada distribusi terkait.

           Kemudian Brian MacMahon (1970), pakar epid di Amerika Serikat yang bersama Thomas F. Pugh menulis buku Epidemiology; Principle and Methods menyatakan bahwa Epidemiology is the study of the distribution and determinants of disease frekuency in man. Epid adalah studi tentang penyebaran dan penyebab kejadian penyakit pada manusia dan mengapa terjadi distribusi semacam itu. Walaupun definisinya cukup sederhana, di sini tampak bahwa MacMahon menekankan epid sebagai satu pendekatan metodologik dalam menentukan distribusi penyakit dan mencari penyebab mengapa terjadi distribusi sedemikian dari suatu penyakit.

            Gary D.Friedman (1974), selanjutnya dalam bukunya Primer of Epidemiology  menuliskan bahwa  Epidemiology is the study of disease occurance in human populations. Batasan ini lebih sederhana dan tampak senapas dengan apa yang dikemukakan oleh MacMahon. Dan ini pula yang lebih-kurang dikemukakan oleh Andres Ahbolm dan Staffan Norel (1989) dalam bukunya Introduction of Modern Epidemiology. Dikatakan bahwa epid adalah ilmu pengetahuan mengenai terjadinya penyakit pada populasi manusia. Hanya saja perlu ditambahkan bahwa dalam kata pengantarnya dia mengatakan antara lain: 'Suatu lelucon lama mengatakan bahwa seorang ahli epid adalah seorang dokter yang dapat menghitung. Dewasa ini epid telah berubah; tidak lagi sebagai wilayah dari sejumlah kecil dokter yang berdedikasi, tapi telah berkembang menjadi suatu disiplin riset yang nyata.' Ungkapan ini mengingatkan akan latar belakang sejarah ...
 


Senin, 11 Februari 2013

RATINGG SCALE STASE PEMBERIAN IMUNISASI DPT COMBO (DPT HEPATITIS B) PADA BAYI

Jl. Mangkuyudan MJ III /304 Yogyakarta Telp  (0274)374331

 
SIKAP DAN PERILAKU
  1. Mengucapkan salam memperkenalkan diri
  2. Menjelaskan tujuan, prosedur kerja imunisasi DPT combo
  3. Komunikas dengan ibu/pengasuh bayi selalam tindakan
CONTENT/ISI
  1. Mencuci tangn, mengeringkan dengan handuk pribadi, memakai sarung tangan
  2. Mengisi spuit dengan vaksin DPT combo sebanyak 0,6 ml dan mengganti jarum baru*. Mengeluarkan udara dari spuit sehingga vaksin dalam spuit hanya 0,5 ml*.
    Apabila menggunakan spuit soloshoot, isi spuit dengan vaksin sebanyak 0,5 ml sampai terdengar bunyi klilk. Tidak perlu mengganti jarum dan mengerluarkan udara dari spuit.
  3. Mengatur posisi bayi : bayi dibaringkan ditempat/meja atau dipangku ibu/pengasuh di sisi sebelah kiri. Tangan kanan bayi melingkar ke badan ibu. Tangan kiri ibu merangkul bayi, menyangga kepala, bahu dan memegang sisi luar tangan kiri bayi. Tangan kanan memgang kaki bayi dengan kuat.
  4. Menyiapkan bagian yang akan diinjeksikan, yaitu : muskulus kuadrisep/vastus lateralis di bagian antero-lateral paha kiri dengan cara : Menarik garis yang menguhubungkan trochanter mayor dan condyllus lateralis. Tempat penyuntikan adalah batas 1/3 bagian atas dan tengah pada garis tersebut
  5. Membersihkan lokasi penyuntikan dengan kapas desinfeksi
  6. Menekan kulit sekitar tempat penyutikan dengan ibu jari dan telunjuk
  7. Menusukkan jarum pada tempat penyuntikan dengan sudut 45- 60 derajat dan melakukan dengan cepat (IM)
  8. Menarik piston sedikti memastikan jarum masuk pembluh darah* Apabila terdapat darah buang dan ulangi suntikan baru
  9. Mendorong piston dengan ibu jari tangan kanan
  10. Menarik jarum setle

RATING SCALE STASE MANAJEMEN AKTIF KALA III

SIKAP DAN PERILAKU
  1. Menjelaskan tujuan dan prosedur yang akan dilaksanakan
  2. Komunikasi selama melakukan tidakan
 CONTENT/ISI
  1.  Penolong atau teruji memakai APD ( celemek, masker, topi, kacamat, sarung tangan, sepatu/sandal APN )
  2. Mencuci tangan dan mengeringkan dengan handuk
  3. Memastikan tidak ada janin kedua atau kembar
  4. Melakukan injeksi oksitosin 10 IU intra muskular
  5. Menjepit tali pusat
  6. Memotong  dan mengikat tali pusat
  7. Membantu bayi untuk IMD dengn bayi diselimuti dan diberi penutup kepala
  8. Memindahkan klem pada tali pusat terkendali dan dorso kranial saat ada kontraksi uterus
  9. Melahirkan plasenta
  10. Melakukan masase uterus dan mengecek kelengkapan plasenta
  11. Memeriksa kelengkapan plasenta dan selaput ketuban
  12. Meletakkan plasenta pada tempatnya
TEKNIK
  1. Melaksanakan tindakakn secara sistematis
  2. Menjaga privasi pasien

RATING SCALE STASE ASUHAN PERSALINAN NORMAL KALA II

SIKAP DAN PERILAKU
  1.  Menjelaskan tujuan dan prosedur yang akan dilakukan
  2.  Komunikasi selama melakukan tindakan
CONTENT / ISI
  1. Penolong atau teruji memakai APD ( celemek, masker, topi, kacamata, sarung tangan, sepatu atau sandal APN )
  2. Cuci tangan dan keringkan dengan handuk pribadi
  3. Meletakkan handuk di atas perut ibu
  4. Meletakkan kain yang bersih dilipat 1/3 bagian, dibawah bokong ibu
  5. Mendekatkan alat
  6. Memakai sarung tangan DTT
  7. Memimpin ibu mengejan 
  8. Menolong kelahiran kepala : melindungi perineum, menahak kepala untuk mencegah defleksi maksimal, menganjurkan ibu untuk meneran dan bernafas pendek-pendek
  9. Memeriksa lilitan tali pusat
  10. Menunggu kepala putar paksi luar
  11. Meletakkan tangan penolong secara biparietal
  12. Melahirkan bahu depan dan belakang
  13. Melakukan sangga susur
  14. Menilai dengan cepat keadaan bayi
  15. Meletakkan bayi pada handuk diatas perut ibu serta mengeringkannya dan mengganti kain kering kedua
  16. Membereskan alat
  17. Mencuci tangan dan mengeringkan dengan handuk
TEKNIK

  1. Melaksanakan tindakan secara sistematis/berurutan
  2. Menjaga privasi pasien