Laman

Senin, 11 Februari 2013

Trauma Fleksus Brachialis



MAKALAH ASUHAN KEBIDANAN NEONATUS, BAYI DAN BALITA
TRAUMA FLEKSUS BRACHIALIS
Disusun untuk memenuhi tugas Asuhan Kebidanan Neonatus, Bayi, dan Balita




poltekkes_jogja.jpg




Disusun oleh :
Nama
:
Novitasari
NIM
:
P07124111026
Semester
:
III







KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES YOGYAKARTA
2012

KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah SWT atas semua karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah dengan judul “Trauma Fleksus Brachialis”. Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Asuhan Kebidanan Neonatus, Bayi dan Balita.
Atas terselesaikannya penyusunan makalah ini penulis menyampaikan terima kasih kepada:
1.    Allah SWT yang telah memudahkan dalam proses pembuatan makalah ini
2.    Orang tua yang telah mendukung lancarnya penyusunan makalah ini
3.    Ibu Heni Puji Wahyuningsih, M.Keb., selaku Ketua Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Yogyakarta
4.    Dyah Noviawati Setya Arum, M.Keb, Sari Hastuti, S.SiT., MPH, Yuliasti Eka P., SST., MPH, Tri Maryani, SST., M.Kes selaku dosen pembimbing Asuhan Kebidanan Neonatus, Bayi dan Balita Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Yogyakarta
5.    Oang tua yang telah memberikan dukungan moral dan material
6.    Teman-teman penulis dan semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini
Penulis menyadari segala keterbatasan yang dimiliki, oleh karena itu penulis memohon saran dan kritik kepada semua pihak agar makalah ini menjadi sempurna. Atas saran dan kritiknya penulis mengucapkan banyak terima kasih. Semoga makalah ini bermanfaat, memberikan kelancaran, dan barokah. Amin.
Yogyakarta, September  2012


Penulis








DAFTAR ISI



Halaman
HALAMAN JUDUL..............................................................................................

KATA PENGANTAR...........................................................................................
i
DAFTAR ISI..........................................................................................................
ii
BAB I  PENDAHULUAN....................................................................................
1
A.    Latar Belakang...........................................................................................
1
B.     Rumusan Masalah......................................................................................
8
BAB II PEMBAHASAN......................................................................................
11
1.      Pengertian trauma fleksus brachialis..........................................................
11
2.      Etiologi.......................................................................................................
11
3.      Insiden .......................................................................................................
11
4.      Patofisiologis..............................................................................................

5.      Tanda dan gejala........................................................................................

6.      Komplikasi.................................................................................................

7.      Penatalaksanaan.........................................................................................
11
BAB III PENUTUP
12
KESIMPULAN......................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA............................................................................................












BAB I
PENDAHULUAN

A.   LATAR BELAKANG

Kelahiran seorang bayi merupakan saat yang membahagiakan orang tua, terutama bayi yang sehat. Bayi yang nantinya tumbuh menjadi anak dewasa melalui proses yang panjang, dengan tidak mengesampingkan faktor lingkungan keluarga. Terpenuhinya kebutuhan dasar anak (asah-asih-asuh) oleh keluarga akan memberi lingkungan yang terbaik bagi anak, sehingga tumbuh kembang anak menjadi optimal. Tetapi tidak semua bayi lahir dalam keadaan sehat. Beberapa bayi lahir dengan gangguan pada masa prenatal, natal, pascanatal, keadaan ini akan memberi pengaruh bagi tumbuh kembang selanjutnya. Seperti mengalami salah satunya trauma pada fleksus brachialis dan masih banyak lagi gangguan yang tidak normal pada bayi.
Asuhan neonatus dengan jejas (trauma) persalinan sangat berpengaruh terhadap trauma pada kelahiran. Trauma lahir merupakan perlakuan pada bayi baru lahir yang terjadi dalam proses persalinan atau kelahiran (IKA, Jilid I). Pengertian yang lain tentang trauma lahir adalah trauma pada bayi yang diterima dalam atau  karena proses kelahiran. Trauma dapat terjadi sebagai akibat keterampilan atau perhatian medis yang tidak  pantas atau tidak memadai sama sekali, atau dapat terjadi meskipun telah mendapat perawatan kebidanan yang terampil dan kompeten dan sama sekali tidak ada kaitannya dengan tindakan atau sikap orang tua yang tidak peduliLuka yang terjadi pada saat melahirkan amniosentesis, transfusi, intrauterin, akibat pengambilan darah vena kulit kepala fetus, dan luka yang terjadi pada waktu melakukan resusitasi aktif tidak termasuk dalam pengertian. Perlakukan kelahiran atau trauma lahir berarti luas, yaitu sebagai trauma mekanis atau sering disebut trauma lahir dan trauma hipoksik yang disebut sebagai asfiksia. Trauma lahir mungkin masih dapat dihindari atau dicegah, tetapi ada kalanya keadaan ini sukar untuk dicegah lagi sekalipun telah ditangani oleh seorang ahli yang terlatih.
Insidensi trauma pada kelahiran diperkirakan sebesar 2-7 per 1000 kelahiran hidup. Angka kejadian trauma lahir pada beberapa tahun terakhir ini menunjukkan kecenderungan menurun. Hal ini disebabkan banyak kemajuan dalam bidang obstetri, khususnya pertimbangan seksio sesarea atau indikasi adanya kemungkinan kesulitan melahirkan bayi. Cara kelahiran bayi sangat erat hubungannya dengan angka kejadian trauma lahir. Berapa faktor risiko yang dapat menaikkan angka kejadian trauma lahir antara lain adalah makrosomia, malprensentasi, presentasi ganda, disproporsi sefala pelvik, kelahiran dengan tindakan persalinan lama, persalinan presipitatus, bayi kurang bulan, distosia bahu, dan akhirnya faktor manusia penolong persalinan. Lokasi atau tempat trauma lahir sangat erat hubungannya dengan cara lahir bayi tersebut atau phantom yang dilakukan penolong persalinan waktu melahirkan bayi.
Beberapa trauma pada awalnya dapat bersifat laten, tetapi akan menimbulkan penyakit atau akibat sisa yang berat. Trauma lahir merupakan salah satu faktor penyebab utama kematian perinatal. Di Indonesia angka kematian perinatal 44 per 1000 kelahiran hidup dan 9,7% diantaranya sebagai akibat dari trauma lahir. Pada saat persalinan, perlukaan atau trauma persalinan kadang-kadang tidak dapat dihindarkan dan lebih sering ditemukan pada persalinan yang terganggu oleh beberapa sebab. Penangan persalinan secara sempurna dapat mengurangi frekuensi peristiwa trauma pada fleksus brachialis dan mengurangi juga jumlah kematian. Masalah-masalah yang terjadi pada bayi baru lahir yang diakibatkan oleh tindakan-tindakan yang dilakukan pada saat persalinan sangatlah beragam. Trauma akibat tindakan, cara persalinan atau gangguan kelainan fisiologik persalinan yang sering disebut sebagai cedera atau trauma lahir. Partus yang lama akan menyebabkan adanya tekanan tulang pelvis. Kebanyakan cedera lahir ini akan menghilang sendiri dengan perawatan yang baik dan adekuat.
Dengan demikian cara lahir tertentu umumnya mempunyai predisposisi lokasi trauma lahir tertentu. Secara klinis trauma lahir dapat bersifat ringan yang akan sembuh sendiri atau bersifat laten yang dapat meninggalkan gejala sisa. Selain trauma lahir yang disebabkan oleh faktor mekanis dikenal pula trauma lahir yang bersifat hipoksik. Pada bayi kurang bulan khususnya terdapat hubungan antara hipoksik selama proses persalinan dengan bertambahnya perdarahan per intraventrikuler dalam otak.

B.   RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan uraian di atas, dapat dirumuskan beberapa rumusan masalah sebagai  berikut :
1.    Apakah yang dimaksud dengan trauma fleksus brachialis?
2.    Jelaskan etiologi dari trauma fleksus brachialis!
3.    Jelaskan insiden trauma fleksus brachialis!
4.    Bagaimana patofisiologis dari trauma fleksus brachialis?
5.    Sebutkan tanda dan gejala dari adanya trauma fleksus brachialis!
6.    Sebutkan komplikasi yang terjadi akibat trauma fleksus brachialis!
7.    Apa saja penanganan yang dilakukan dalam menangani trauma yang terjadi pada fleksus brachialis?
8.    Peran bidan (asuhan dan konseling untuk keluarga)




BAB II
PEMBAHASAN

1.            Pengertian fleksus brachialis dan trauma fleksus brachialis
Fleksus brakialis adalah sebuah jaringan saraf tulang belakang yang berasal dari belakang leher, meluas melalui aksila (ketiak), dan menimbulkan saraf untuk ekstremitas atas. Pleksus brakialis dibentuk oleh penyatuan bagian dari kelima melalui saraf servikal kedelapan dan saraf dada pertama, yang semuanya berasal dari sumsum tulang belakang.
Serabut saraf akan didistribusikan ke beberapa bagian lengan. Jaringan saraf dibentuk oleh cervical yang bersambungan dengan dada dan tulang belakang urat dan pengadaan di lengan dan bagian bahu.
Trauma lahir pada pleksus brakialis dapat dijumpai pada persalinan yang mengalami kesukaran dalam melahirkan kepala atau bahu. Pada kelahiran presentasi verteks yang mengalami kesukaran melahirkan bahu, dapat terjadi penarikan balik cukup keras ke lateral yang berakibat terjadinya trauma di pleksus brakialis. Trauma lahir ini dapat pula terjadi pada kelahiran letak sungsang yang mengalami kesukaran melahirkan kepala bayi.
Gejala klinis trauma lahir pleksus brakialis berupa gangguan fungsi dan posisi otot ekstremitas atas. Gangguan otot tersebut tergantung dari tinggi rendahnya serabut syaraf pleksus braklialis yang rusak dan tergantung pula dari berat ringannya kerusakan serabut syaraf tersebut. Paresis atau paralisis akibat kerusakan syaraf perifer ini dapat bersifat temporer atau permanen. Hal ini tergantung kerusakan yang terjadi pada serabut syaraf di pangkal pleksus brakialis yang akut berupa edema biasa, perdarahan, perobekan atau tercabutnya serabut saraf.
Sesuai dengan tinggi rendahnya pangkal serabut saraf pleksus brakialis, trauma lahir pada saraf tersebut dapat dibagi menjadi paresis/paralisis (1) paresis/paralisis Duchene-Erb (C.5-C.6) yang tersering ditemukan (2) paresis/paralisi Klumpke (C.7.8-Th.1) yang jarang ditemukan, dan (3) kelumpuhan otot lengan bagian dalam yang lebih sering ditemukan dibanding dengan trauma Klumpke.
Anatomi dari anyaman ini, dibagi menjadi :  Roots, Trunks, Divisions, Cords, dan Branches maka cedera di masing-masing level ini akan memberikan cacat/trauma yang berbeda-beda.
1.    Roots : berasal dari akar saraf di leher dan thorax pada level C5-C8, T1
2.    Trunks : dari Roots bergabung menjadi 3 thrunks
3.    Divisions : dari  3 thrunks masing-masing membagi 2 menjadi 6 division
4.    Cords :  6 division tersebut bergabung menjadi 3 cords
5.    Branches : cords tersebut bergabung menjadi 5 branches, yaitu : n.musculocutaneus, n.axilaris,n.radialis,n. medianus, dan n.ulnaris
Trauma pada pleksus brakialis yang dapat menyebabkan paralisis lengan atas dengan atau tanpa paralisis lengan bawah atau tangan, atau lebih lazim paralisis dapat terjadi pada seluruh lengan. Trauma pleksus brakialis sering terjadi pada penarikan lateral yang dipaksakan pada kepala dan leher, selama persalinan bahu pada presentasi verteks atau bila lengan diekstensikan berlebihan diatas kepala pada presentasi bokong serta adanya penarikan berlebihan pada bahu.
Luka pada pleksus brakialis mempengaruhi saraf memasok bahu, lengan lengan bawah, atas dan tangan, menyebabkan mati rasa, kesemutan, nyeri, kelemahan, gerakan terbatas, atau bahkan kelumpuhan ekstremitas atas. Meskipun cedera bisa terjadi kapan saja, banyak cedera pleksus brakialis terjadi selama kelahiran. Bahu bayi mungkin menjadi dampak selama proses persalinan, menyebabkan saraf pleksus brakialis untuk meregang atau robek. Secara garis besar macam-macam plesksus brachialis yaitu :

a.    Paralisis Erb-Duchene
Kerusakan cabang-cabang C5 – C6 dari pleksus brakialis menyebabkan kelemahan dan kelumpuhan lengan untuk fleksi, abduksi, dan memutar lengan keluar serta hilangnya refleks biseps dan morro. Gejala pada kerusakan fleksus ini, antara lain hilangnya reflek radial dan biseps, refleks pegang positif. Pada waktu dilakukan abduksi pasif, terlihat lengan akan jatuh lemah di samping badan dengan posisi yang khas.
 Pada trauma lahir Erb, perlu diperhatikan kemungkinan terbukannya pula serabut saraf frenikus yang menginervasi otot diafragma. Secara klinis di samping gejala kelumpuhan Erb akan terlihat pula adanya sindrom gangguan nafas. Terjadi waiters-tip position yaitu rotasi medial pada sendi bahu menyebabkan telapak tangan mengarah ke posterior.
Lesi pada kelumpuhan Erb terjadi akibat regangan atau robekan pada radiks superior pleksus brachialis yang mudah mengalami tegangan ekstrim akibat tarikan kepala ke lateral, sehingga dengan tajam memfleksikan pleksus tersebut ke arah salah satu bahu. Mengingat traksi dengan arah ini sering dilakukan untuk melahirkan bahu pada presentasi verteks yang normal, paralisis Erb dapat tejadi pada persalinan yang terlihat mudah. Karena itu, dalam melakukan ekstraksi kedua bahu bayi, harus berhati-hati agar tidak melakukan flaksi lateral leher yang berlebihan. Yang paling sering terjadi, pada kasus dengan persentasi kepala, janin yang menderita paralisis ini memiliki ukuran khas abnormal yang besar, yaitu denga berat 4000 gram atau lebih.
Penanganan pada kerusakan fleksus ini, antara lain meletakkan lengan atas dalam posisi abduksi 900  dalam putaran keluar, siku dalam fleksi 900 dengan supinasi lengan bawah dan ekstensi pergelangan tangan, serta telapak tangan menghadap depan. Kerusakan ini akan sembuh dalam waktu 3-6 bulan. Penanganan terhadap trauma pleksus brakialis ditujukan untuk mempercepat penyembuhan serabut saraf yang rusak dan mencegah kemungkinan komplikasi lain seperti kontraksi otot. Upaya ini dilakukan antara lain dengan jalan imobilisasi pada posisi tertentu selama 1 – 2 minggu yang kemudian diikuti program latihan. Pada trauma ini imobilisasi dilakukan dengan cara fiksasi lengan yang sakit dalam posisi yang berlawanan dengan posisi karakteristik kelumpuhan Erb.
b.    Paralisis Klumpke
Kerusakan cabang-cabang C7 – Th1 pleksus brakialis menyebabkan kelemahan lengan otot-otot fleksus pergelangan, maka bayi tidak dapat mengepal. Secara klinis terlihat refleks pegang menjadi negatif, telapak tangan terkulai lemah, sedangkan refleksi biseps dan radialis tetap positif. Jika serabut simpatis ikut terkena, maka akan terlihat sindrom Horner yang ditandai antara lain oleh adanya gejala prosis, miosis, enoftalmus, dan hilangnya keringat di daerah kepala dan muka homolateral dari trauma lahir tersebut. Penanganan pada kerusakan fleksus brachialis adalah melakukan fisioterapi. Kerusakan akan sembuh dalam waktu 3-6 minggu. Ibu dari bayi harus diingatkan agar berhati-hati ketika mengangkat bayi sehingga trauma tidak bertambah parah. Dalam minggu pertama, membalut lengan untuk mengurangi rasa nyeri. Bila ibu dapat merawat bayinya dan tidak ada masalah lain, bayi bisa dipulangkan dan menganjurkan ibu untuk kunjungan ulang 1minggu lagi untuk melihat kondisi bayi dan latihan pasif. Melakukan tindak lanjut setiap bulan dan menjelaskan bahwa sebagian besar kasus sembuh 6-9 bulan.

c.    Paralisis otot lengan bagian dalam
Kerusakan terjadi pada serabut pleksus brakialis lebih luas dan lebih dalam, yang berakibat fungsi ekstremitas atas akan hilang sama sekali. Ekstremitas atas akan terkulai lemah, sedangkan semua refleks otot menghilang. Pada keadaan ini sering dijumpai adanya defisit sensoris pada lengan. Pada kasus trauma pleksus brakialis, pemeriksaan radiologik dada dan lengan atas dapat dianjurkan untuk menyingkirkan kemungkinan adanya fraktur klavikula atau fraktur lengan atas, di samping untuk mencari komplikasi lain seperti kelumpuhan otot diafragma.
Prognosis trauma pleksus brakialis tergantung pada berat ringannya trauma tersebut. Pada trauma ringan berupa edema atau perdarahan kecil dan tidak terdapat kerusakan serabut saraf, maka gangguan fungsi lengan hanya bersifat sementara. Fungsi otot akan kembali normal dalam beberapa hari setelah edema atau perdarahan lokal hilang. Pada trauma lahir yang lebih berat, yang menyebabkan rusaknya atau tercabutnya serabut saraf dan rusaknya selaput saraf, secara klinis akan dapat menimbulkan paralisis yang menetap. Pada kasus demikian perlu dilakukan pemeriksaan neurologik. Usaha pengobatan fisioterapi atau tindakan operatif terhadap kerusakan berat serabut saraf ini, agaknya belum menunjukkan hasil yang memuaskan. Paralisis ini bersifat sementara. Ada empat jenis cedera pleksus brakialis:
a.      Avulsion, jenis yang paling parah, di mana saraf rusak di tulang belakang;
b.      Pecah, di mana saraf robek tetapi tidak pada lampiran spinal;
c.      Neuroma, di mana saraf telah berusaha untuk menyembuhkan dirinya sendiri, tetapi jaringan parut telah berkembang di sekitar cedera, memberi tekanan pada saraf dan mencegah cedera saraf dari melakukan sinyal ke otot-otot.
d.      Neurapraxia atau peregangan, di mana saraf telah rusak tetapi tidak robek. Neurapraxia adalah jenis yang paling umum dari cedera pleksus brakialis.
2.            Etiologi
Etiologi trauma fleksus brakhialis pada bayi baru lahir. Trauma fleksus brakhialis pada bayi dapat terjadi karena beberapa faktor antara lain:
1) Faktor bayi sendiri : makrosomia, presentasi ganda, letak sunsang, distosia bahu, malpresentasi, bayi kurang bulan
2) Faktor ibu : ibu sefalo pelvic disease (panggul ibu yang sempit), umur ibu yang sudah tua, adanya penyulit saat persalinan
3) faktor penolong persalinan : tarikan yang berlebihan pada kepala dan leher saat menolong kelahiran bahu pada presentasi kepala, tarikan yang berlebihan pada bahu pada presentasi bokong.

3.            Insiden trauma fleksus brachialis
Insiden paralisis fleksus brachialis ialah 0,5 – 2,0 per 1.000 kelahiran hidup. Kebanyakan kasus merupakan paralisis Erb. Paralisis pada seluruh fleksus brachialis terjadi pada 10 % kasus. Lesi traumatik yang berhubungan dengan paralisis fleksus brachialis antara lain fraktur klavikula (10 %), fraktur humerus (10 %), subluksasi cervikal spine (5 %), trauma cervikal cord (5-10 %), dan paralisis nervus fasialis (10-20 %).  Paralisis Erb (C5-C6) paling sering terjadi dan berhubungan dengan terbatasnya gerakan bahu. Anggota gerak yang terkena akan berada dalam posisi adduksi, pronasi dan rotasi internal. Refleks moro, biseps dan radialis pada sisi yang terkena akan menghilang. Refleks menggenggam biasanya masih ada. Pada 5 % disertai paresis nervus frenikus ipsilateral.
Paralisis Klumpke jarang terjadi dan mengakibatkan kelemahan pada otot-otot instrinsik tangan sehingga bayi kehilangan refleks menggenggam. Bila serabut simpatis servikalis pada spina torakal pertama terlibat, maka akan dijumpai sindrom horner. Tidak ada pedoman dalam penentuan prognosis. Narakas mengembangkan sistem klasifikasi (tipe I - V) berdasarkan beratnya dan luasnya lesi dalam menentukan prognosis pada 2 bulan pertama setelah lahir.  Berdasarkan studi kolaboratif perinatal yang melibatkan 59 bayi, 88 % kasus sembuh pada 4 bulan pertama, 92 % sembuh dalam 12 bulan, dan 93 % sembuh dalam 48 bulan. Penelitian lain pada 28 bayi dengan paralisis pleksus parsial dan 38 bayi dengan paralisis pleksus total, 92 % bayi sembuh spontan.

4.            Patofisiologis
Bagian cord akar saraf dapat terjadi avulsi atau pleksus mengalami traksi atau kompresi. Setiap trauma yang meningkatkan jarak antara titik yang relatif fixed pada prevertebral fascia dan mid fore arm akan melukai pleksus. 
            Traksi dan kompresi dapat juga menyebabkan iskemi, yang akan merusak pembuluh darah. Cedera pleksus brakialis dianggap disebabkan oleh traksi yang berlebihan diterapkan pada saraf. Cedera ini bisa disebabkan karena distosia bahu, penggunaan traksi yang berlebihan atau salah arah, atau hiperekstensi dari alat ekstraksi sungsang. Mekanisme ukuran panggul ibu dan ukuran bahu dan posisi janin selama proses persalinan untuk menentukan cedera pada pleksus brakialis. Secara umum, bahu anterior terlibat ketika distosia bahu, namun lengan posterior biasanya terpengaruh tanpa adanya distosia bahu. Karena traksi yang kuat diterapkan selama distosia bahu adalah mekanisme yang tidak bisa dipungkuri dapat menyebabkan cedera, cedera pleksus brakialis
Kompresi yang berat dapat menyebabkan hematome intraneural, dimana akan menjepit jaringan saraf sekitarnya. 

5.    Tanda dan gejala
Tanda dan gejala trauma fleksus brachialis antara lain :
a.    gangguan motorik pada lengan atas
b.    paralisis atau kelumpuhan pada lengan atas dan lengan bawah
c.    lengan atas dalam keadaan ekstensi dan abduksi
d.    jika anak diangkat maka lengan akan lemas dan tergantung
e.    reflex moro negative
f.     tangan tidak bisa menggenggam
g.    reflex meraih dengan tangan tidak ada

6.            Komplikasi trauma fleksus brakhialis
a.    Kontraksi otot yang abnormal (kontraktur)atau pengencangan otot-otot, yang mungkin menjadi permanen pada bahu, siku atau pergelangan tangan
b.    Permanen, parsial, atau total hilangnya fungsi saraf yang terkena, menyebabkan kelumpuhan lengan atau kelemahan lengan

7.            Penanganan terhadap trauma fleksus brakhialis
Penanganan atau penatalaksanaan kebidanan meliputi rujukan untuk membebat yang terkena dekat dengan tubuh dan konsultasi dengan tim pediatric. Penanganan terhadap trauma pleksus brakialis ditujukan untuk mempercepat penyembuhan serabut saraf yang rusak dan mencegah kemungkinan komplikasi lain seperti kontraksi otot. Upaya ini dilakukan antara lain dengan cara :
1) Pada trauma yang ringan yang hanya berupa edema atau perdarahan ringan pada pangkal saraf, fiksasi hanya dilakukan beberapa hari atau 1 – 2 minggu untuk memberi kesempatan penyembuhan yang kemudian diikuti program mobilisasi atau latihan.
2) Immobilisasi lengan yang lumpuh dalam posisi lengan atas abduksi 90 derajat, siku fleksi 90 derajat  disertai supine lengan bawah dan pergelangan tangan dalam keadaan ekstensi
3) Beri penguat atau bidai selama 1 – 2 minggu pertama kehidupannya dengan cara meletakkan tangan bayi yang lumpuh disebelah kepalanya.
4) Rujuk ke rumah sakit jika tidak bisa ditangani.
Penatalaksanaan dengan bentuk kuratif atau pengobatan. Pengobatan tergantung pada lokasi dan jenis cedera pada pleksus brakialis dan mungkin termasuk terapi okupasi dan fisik dan dalam beberapa kasus, pembedahan. Beberapa cedera pleksus brakialis menyembuhkan sendiri. Anak-anak dapat pulih atau sembuh dengan 3 sampai 4 bulan.
Prognosis juga tergantung pada lokasi dan jenis cedera pleksus brakialis menentukan prognosis. Untuk luka avulsion dan pecah tidak ada potensi untuk pemulihan kecuali rekoneksi bedah dilakukan pada waktu yang tepat. Untuk cedera neuroma dan neurapraxia potensi untuk pemulihan bervariasi. Kebanyakan pasien dengan cedera neurapraxia sembuh secara spontan dengan kembali 90-100% fungsi.
Penanganan lesi pleksus brachialis efektif bila cepat terdeteksi atau dimulai pada usia antara 3 sampai 6 bulan. Ada dua terapi utama untuk lesi pleksus brachialis yaitu :
1.         latihan fisik melalui fisioterapi (occupational therapy)
2.         Penanganan bedah
Penanganan awal penderita lesi plekus brachialis pada bayi lebih difokuskan pada mempertahankan pergerakan seluruh sendi disamping terapi fisik sebagai antisipasi bila tidak terjadi perbaikan spontan dari fungsi saraf. Perbaikan spontan terjadi pada umumnya pada sebagian besar kasus dengan terapi fisik sebagai satu-satunya penanganan. Ada atau tidaknya fungsi motorik pada 2 sampai 6 bulan pertama merupakan acuan dibutuhkannya penanganan bedah. Graft bedah mikro untuk komponen utama pleksus brachialis dapat dilakukan pada kasus-kasus avulsi akar saraf atau ruptur yang tidak mengalami perbaikan.
 Penanganan sekunder dapat dilakukan pada pasien bayi sampai orang dewasa. Prosedur ini lebih umum dilakukan daripada bedah mikro dan dapat juga dilakukan sebagai kelanjutan bedah mikro. Penanganan bedah ini meliputi soft-tissue release, osteotomi, dan transfer tendo (Dr. Kumar Kadiyala). 9
Semua graft saraf yang dibuat pada operasi diimobilisasi selama 2 sampai 6 minggu. Rehabilitasi sempurna diharapkan mulai setelah 6 minggu. Kemudian dilanjutkan dengan fisoterapi setelah 6 minggu dan follow up setiap 3 bulan.

8.    Peran bidan (asuhan dan konseling keluarga)
a.    Menjelaskan kepada ibunya dan keluarganya tentang keadaan bayinya saat ini agar mengurangi kecemasan ibu.
b.    Menjelaskan kepada ibu tentang penyebab, penanganan dan komplikasi yang mungkin ditimbulkan dari bayi dengan fraktur brachialis
c.    Melakukan kolaborasi dengan dokter untuk penanganan awal atau pengobatan trauma fleksus brachialis
d.    Melakukan penanganan awal untuk mencegah terjadinya komplikasi
e.    Mengajarkan ibu tentang perawatan bayi dengan trauma fleksus brachialis
f.     Menganjuran orang tua untuk sebisa mungkin menghindari menyentuh ekstremitas yang terkena selama minggu pertama karena adanya rasa nyeri




BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Plexus brachialis adalah anyaman (Latin: plexus) serat saraf yang berjalan dari tulang belakang C5-T1, kmeudian melewati bagian leher dan ketiak, dan akhirnya ke seluruh lengan (atas dan bawah). Serabut saraf yang ada akan didistribusikan ke berberapa bagian lengan. Trauma pleksus brakialis sering terjadi pada penarikan lateral yang dipaksakan pada kepala dan leher, selama persalinan bahu pada presentasi verteks atau bila lengan diekstensikan berlebihan diatas kepala pada presentasi bokong serta adanya penarikan berlebihan pada bahu.
Luka pada pleksus brakialis mempengaruhi saraf memasok bahu, lengan lengan bawah, atas dan tangan, menyebabkan mati rasa, kesemutan, nyeri, kelemahan, gerakan terbatas, atau bahkan kelumpuhan ekstremitas atas. Meskipun cedera bisa terjadi kapan saja, banyak cedera pleksus brakialis terjadi selama kelahiran. Bahu bayi mungkin menjadi dampak selama proses persalinan, menyebabkan saraf pleksus brakialis untuk meregang atau robek. Klasifikasi trauma fleksus brakialis dibedakan menjadi dua yaitu paralisis erb-duchene dan paralysis klumpke.


DAFTAR PUSTAKA

Prawiroraharjo, Sarwono. 2009. Ilmu Kebidanan. PT. Bina Pustaka Jakarta
Muslihatun, Wafi Nur. 2010. Asuhan Neonatus, Bayi dan Balita. Fitramaya Yogyakarta  
Marku, A.H. 1991. Buku Ajar Ilmu Kesehatan Anak. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia
http://alrehabmed.blogspot.com/2009/05/trauma-pada-pleksus-brakialis.html diakses tanggal 22 September 2012, jam 13:40 WIB
http://rahmayushem.blogspot.com/2010/03/manajemen-fleksus-brakhilais.html diakses pada tanggl 27 September 2012 pukul 20:39 WIB
http://alnissya-icha.blogspot.com/2011/04/trauma-fleksus-brakialis-pada-bayi-baru.html diakses pada tanggal 27 September 2012 pada pukul 20.50 WIB
http://fisioq.blogspot.com/2010/12/trauma-pada-pleksus-brakialis.html diakses pada tanggal 27 September 2012 pukul 22.00 WIB
http://id.wikipedia.org/wiki/Plexus_brachialis diakses pada tanggal 30 September 2012 pukul 21:07 WIB
medicine/2006journals/OrthopedicSurgery/brachial_plexus.pdf diakses pada tgl. 01 Oktober 2012 pada Pkul 17:39
http://www.gillettechildrens.org/fileupload/Vol18No3.pdf diakses pada tgl. 01 Oktober 2012 pada pukul 17:39 WIB
http://www.fimnet.fi/sjs/articles/SJS42008-317.pdf diakses pada tgl. 01 Oktober 2012 pada pukul 17:40 WIB
http://www.scribd.com/doc/76650296/Jejas-Persalinan-pada-BBL diakses pada tanggal 02 Oktober 2012 pukul 07:42 WIB
http://tiyaarisma.blogspot.com/2012/06/askeb-teori-trauma-fleksus-brachialis.html diakses pada tanggal 02 Oktober 2012 pukul 16:58 WIB
http://ilmubedah.info/lesi-pleksus-brachialis-penyakit-20120812.html diakses pada 17 Oktober 2012 pukul 07.23 WIB



Temen Istimewa

Sudah tidak terasa lagi ya ternyata.... 
Satu setengah  lebih kita bersama dibangku perkuliahan yang begitu padat dengan mata kuliah ini dan itu.
Teringat ketika saya ketika Diah Aprilia Eka, Darulita Lela Agustin dan Ari Nurvitasai melanjutkan pendidikannya di universitas yang berbeda, aku merasakan bahwa kalian itu adalah teman-teman yang sangat berharga. Ya walaupun kadang kala kita ada yang konflik, begini begitu ya itu memang uniknya kita. Namun aku sangat bangga masuk ke Kebidanan Poltekkes Kemenkes Yogyakarta, aku bisa ketemua dengan kalian. Kedekatan kita itu tidak bisa dibandingkan dengan apapun, aku bisa merasakan itu. (menurut saya ^-^)
Afra.....
Afra...
Aku juga baru kenal dan tahu kamu fra...kamu itu orangnya dewasa nak. Pertimbangan mu bisa dipkai dalam pengambilan keputusan yang bijak, asyik kamu nak orangnya....Selamat ya kamu mendapat predikat paling pengertian dari aku fra...That's right,,,,sahabatku yang ini kog tapi emang sih kamu itu apa ya,a,,,emmhh agak melankolis, itu dia....kamu fra yang bikin aku suka berteman dengan kamu.... ...

Aku, aku lebih akrab dipanggil Vita oleh teman kampus. Dulu banget aku masih banyak sekali negatif thinkingnya ketika belum mengenal kalian teman. Hehe maaf ya saya ceritakan di sini. Awal masuk Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Yogyakarta (ya ampun lengkap banget yahhh masih kebawa suasanan mubes kemarin ya Viit, tertanggal  9 dan 10 Februari 2013) saya lolos bersama teman saya Erna Setyaningsih yang dulu akrab sekali dipanggil "mbenoel" karena pipinya yang chubby, aku dengan Erna samapi di Klinik Poltekkes Jogja pagi-pagi dan yang pertama kali, setelah itu baru Shantika Dwi Yuningtyas yang akrab di panggil shan.

Sekita setengah jam kami menunggu kapan klinik ini dibuka,, akhirnya dibuka juga pendaftaran dimulai. Nah ini nih yang sangat  mengesankan, dan paling menyebalkan. Aku tu tipe orangnya milih datang awal biar gak ngantre banyak ya,, tapi apa yang terjadi aku datang awal bareng iyas tapi apa yang pertama kali diperiksa kesehatan bukan aku sama iyas. Aku dan iyas nomor ke-10 kalau nggak salah, ya kita berunding dan prrotes lah, kita datang pertama kali dan dapat kertas masuk yang pertama kenapa malah tidak didahulukan padahal juga tidak ada indikasi lain yang mengharuskan aku mengalah dan mendapat antrean nomor 10..ehehehe



Berawal dari ini juga aku ketemu anak yang ya ampun nyebelin banget diliat ,,heheh tapi dulu sih pas test kesehatan, sekarang  mah enggak ya Sar,,,miss you cali celalu semangat,,,(ini aku niru kamu lho bunda cali). Tahu gak Sar, aku empet banget pas liat kamu pertama kali, seakan kamu itu orang yang paling mahal ngasih senyum sama orang lain hahaha.... Nah udah itu berlalu hilang sudah, terus berlanjut masuk ke asrama PPa sama PPS, eh eh eh kog dibacain Mbak Rufaida sama mbak Fafa, aku sekamar sama kamu,, ya ampyunn...ampun banget, ampun banget rasane mangkel banget..hahha itu dulu Sar. Pengen protes-proteso sama Bu Faiz ..aku gak mau sama Sari. Tpi sekarang aku gak benci kog Sar sama kamu... Ya, benar Sari adalah manusia terpandai di Mangkuyudan dalam bahasa asingnya... BAHASA INGGRIS..
Memang tak acungi jempol...ya..aku sempet berfikir Sar, aku rasa kamu harus maju jadi mapres 2013,,,,

Terus ada kejadian unik juga pas test kesehatan aku kan dulu ngefans kan ceritanya sma Sholikhah ..nih ya,,,jadi kan aku mengamati dia. Soal aku sangat terobsepsi masuk SMA 1 Klaten dan dulu pas jamannya ababil ngepoin dia and nge-add akun fbnya Culi, dia konfirm akun ku tapi sedihnya tiap aku komen gak dibales coba,,,nakal kamu Shol....apa kamu gak tahu aku nge-fans sama kamu. Fyuhhhh.... Eh ternyata eh ternyata tes kesehatan ketemu tu orang pakai baju ijo pupus gitu dianterin sama cowok,, yah aku sih biasa aja tapi agak gimana gitu..haha dan sekarang setelah tahu oalah Sholl...Sholll...haha. Tahu gak aku dulu pernah minder lho Sholl kamu satu kelas sama aku...ya maklum lah SMA 1 Klaten...


Berlanjut ke Iyas yang bernama lengkap Shantika Dwi Yuningtyas...yas...tahu gak aku ngerasa sedih ketika kamu gak gabung lagi di HMJ tapi aku positif thingking pasti kamu punya alasan tersendiri dan ak uhargai itu. Heheh aku sayang kamu iyas, kamu orangnya baik, iyas itu orangnya melankolis kali ya menurutku sihhh...tapi kamu baik,,suka bantuin kita, kamu itu ringan tangan banget kalau ada apa-apa,, "apa yang bisa akui bantu mba Vita..?'' nah,,kamu itu apa yas sulit mengungkapkan yas...iyas...kita akan bersama lagi yas kayak waktu protes pas test kesehatan hahaha lucu aku ngingetnya.....Apalgi ibu iyas kan temennya guru SMA ku Bu wahyumi jadi ki enak gitu yas, pas ketemu kamu pertama kali langgsung akrab... :)

Udah, berlanjut ke cerita siapa ya,,,Ihrom dulu deh. Anak asli Ngawi, Jawa Timur. Dia dari dulu teman setia ..sekamar maksudnya sama aku dari tingkat satu. Ya, aku ngerasa enak sih, nyaman aja, lagian juga sama kepercayaan jadi ki ada motivators tersendiri kalau lagi drop. Tapi ada 1 hal yang huuuhhh gitu dari dia,, kalau mau tidur gak mau dimatiin lampunya,,,kalau aku kan ngerasa silau.. But, it's not the big problem. Ya,biasa aja, jalani apa adanya, dia itu tipenya baik hati ..ya anak Phlegmatis gitu...diam-diam menghanyutkan....enak kog...hahaha Hal terlucu pas masuk Poltekkes itu ketika dia tak sms gak pernah bales smsku...fyuhhhh nyebelinn,, mana bales satuu salah sebut nama "ukh bita", ekekeke. Setelah tahu ceritanya ihrom pas awal masuk kemudian aku sering sms dia ternyata dia juga sebel karena aku sms terus...hhheee,,itulah icrum

Pindah ke Rara dan Suci... Gak lama sih baru 1 semester aku sering bareng sama mereka. Aku sih orangnya gak terlalu akrab sama Rara and Suci namun karena Ihrom akrab sama mereka dan kita kamarnya juga berdekatan jadi kita sekarang deket deh, tapi memang gak sedeket kumpulan anak rantau "Rara, Suci, Ihrom". Rara tipikelnya anaknya terimut, sedangkan Suci adalah anak yang terlahir paling cantik sejak di dalam kandungan dan Ihrom adalah perempuan perkasa..hhhehe...Panggilan ini berasal dari usulan Rara dan Suci,,, dan aku adalah Guru TK. Karena mereka bertiga adalah anak-anakku..hhheee.. Rara dan Suci tahun ini membuat gebrakan baru,, hal ini berawal ketika akan dilaksanakannua UAS Semester III.. Ya awalnya gak tahu apakah gebrakan baru itu dimulai sejak dia semester awal III atau kapan..haha...Ya, Ra, Ci aku juga akan melakuakn gebrakan baru...ayo bersama-sama membuat gebrakan ini...

Teruntuk Mbak Eliza..pokoknya aku rasanya itu kog sayang ya sama mbak El, mulai dia bergabungya kembali sama HMJ. Terutama dia bilang "Bismillah aku ikut", aku langsung memeluk mbak..rasanya kayak mbak El, itu kakak aku sendiri gitu loh,, dia itu orangnya berbobot...hehehe pemikiranyya mbak maksudnya,,, Aku senang bisa mengenalmu, dan ketika seminar itu aku jadi semakin sayang gitu lihat mbak El,,ya gak tahu juga kenapa sih mbak,,aku jadi bingung juga,, pokoknya ketika aku melihat mbak El itu ada yang beda aja dari teman2 sekelas. 
 

Erna...mbenoel..kamu itu orang yang setipe dengan ihrom menuruku. Kamu baik banget,,jiwa sosial kamu itu tinggi ya naa..aku salut sama kmu..jarang banget kamu marah,, paling-paling kalau marah..kamu dien agak sudah diajak ngomong "kosek-kosek Vita" HAHHA erna erna...tidak berubah ya kamu dari SMA dulu...

Pada intiya aku sangat mencintai kalian teman-temanku reguler kebidanan semuanya tidak terkecuali. Bersama Kita Bisa, Bersanding Kita Meraih Prestas. Kenapa Bersanding karena kita akan menjadi orang2 yang bersanding di depan sbg orang yang berprestasi semua...aammiinn......




SUKSES UNTUK KITA SEMUA

Minggu, 10 Februari 2013

TERUNTUK SAHABATKU KEBIDANAN REGULER

                             



Terkadang untuk mendapatkan sesuatu yang kita inginkan itu kita harus melakukan suatu perubahan yang besar. Namun ada juga orang yang sudah memiliki bakat/hal itu karena setiap manusia sudah dibekali sendir-sendiri oleh Tuhan. Maka jalannya pun juga berbeda. Ada yang dia biasa-biasa saja namun memiliki kualitas tinggi, ada juga yang harus berusaha dahulu untuk mencapai hal itu.

Secara mudahnya, ada orang yang cerdas dan ada orang yang pandai karena dia rajin. Orang yang cerdas sangat mungkin ada peluang kemudahan untuk mendapatkan nilai yang tinggi, ada juga orang yang rajin belajar dia juga bisa mendapatkan nilai  yang tinggi. Dan segalanya itu merupakan warna kehidupan. Tidak disangkal juga orang yang rajin bisa mengalahkan orang yang cerdas begitu pula sebaliknya, dan akhir kata. Kesimpulannya adalah tetap hanya Tuhan yang berkuasa dan manusia walaupun sudah ditentukan nasibnya kita masih bisa mengubahnya jika ada USAHA DAN DOA.

Dan ketika melihat kembali ke belakang, kualitas itu penting dengan tidak mengesampingan kuantitas. Orang yang index prestasinya tinggi juga belum tentu dia paham setiap mata kuliah yang dia jalani. Namun jika keduanya selaras alangkah indahnya dunia ini. Ya, perubahan itu yang dibutuhkan. Biarlah kemarin itu menjadi cermin ita untuk bertindak kedepannya. Dan jangan beranggapan juga IP rendah gpapa yang penting bsk bisa jadikan untuk syarat cari kerja Keduanya seimbang, segala sesuatu jika seimbang hasilnya akan manis ketika kita petik nantinya.Dan perlu kita ingat bahwa perubahan itu dapat kita mulai dari diri sendiri. Karena motivasi yang paling berpengaruh dengan diri kita adalah dari diri kita sendiri.
MAU, MAMPU, MAU MELAKSANAKAN itu adalah pemberdayaan yang saat ini perlu kita tingkatkan.

Aku pribadi bisa menulis seperti ini karena mengamati dari teman-temanku sekarang. Aku mencoba mengamati setiap temanku. Aku ingin tahu seberapa besar Tuhan memberikan apa yang kita minta sesuai usaha dan doa kita. Aku ambil kesimpulan : ada manusia yang sudah bawaannya cerdas atau intelegensinya tinggi dengan bekal ini dia bisa mendapatkan index prestasi yang dia inginkan. Ada juga orang yang rajin dengan usaha kerasnya di ajuga bisa mendapatkan IP yang bagus.

Ketika merefleksikan kembali, aku mengingat tausyiyah dari Ustadz Yusuf Mansyur ketika menjadi narasumber di acara   wirausaha mandiri di GOR Amangrogo, Yogyakarta dengan temn Accelerate Your Succes yang pada intinya "ORANG CERDAS BISA DIKALAHKAN OLEH ORANG RAJIN" maka menabunglah. Ketika kita ingin sekali sukses akhirat maka mulailah dari hal kecil menabunglah, misal menabung shodakoh atau amal jariyah. Ingin sukses kuliahnya berarti menabunglah ilmu, karena dengan menabung maka kamu akan memiliki bekal untuk berjalan kedepannya...

Menurutkutetap segalanya penuh keindahan...

Dan intinya ayo saling membantu dalam kebaikan..mari belajar bersama untuk semester 4 insya alloh ini teman...SEMOGA Harapan kita bisa terkabulkan. KITA BISA!!

Sabtu, 05 Januari 2013

Perpisahan HMJ 2011/2012

Ya, aku terkadang berfikir apa yang sedang aku lakukan sekarang ini. Bermanfaat ataukah sia-sia? Hari ini Sabtu, 05 Januari 2013 bersama teman-teman Hima Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenes Yogyakarta sedang melaksanakan perpisahan. Iyuh, rasanya gimana ya, kayak ada sesuatu yang hilang gitu. Aku bahagia karena disatu sisi kita akhirnya bisa berkumpul lagi seperti dulu setelah lama vakum dari kegiatan HMJ, terakhir seminar kemarin.Namun disisi lain rasanya kog kayak gak rela harus pergi gitu loh. Gak tahu kenapa aku sangat memaknai kegiatan ini. Yah mungkin ada beberapa teman2ku yang menganggap ini biasa saja. Aku rasanya pengen nangis kalau lihat Shantika D.Y, Desy Arum Sari, Fajar Rahayu Meisinta, Claresta D.P...kalian temen2ku reguler dulu yang dimana kita itu bareng2 kerja..

Jujur aku sangat sedihh... Ya aku tahu hidup adalah pilihan. Dan semua manusia memiliki hak untuk itu. Namun ini semua bukan kahir dari segalanya. Aku yakin, kalian akan tetap bersama kami, aku yakin kalian akan selalu membantu kami. kami pun masih sangat membutuhkan kalian. Iyas, shinta, resta maafkan aku ya jika dalam 1 tahun kepengurursan aku kurang begitu kooperatif sama kalian. Aku inget pas lomba padus, yah aku jadi perkap sendirian dan Mona (hehehe sebut nama) bentak aku, padahal saat itu aku lagi benahin loudspeaker dan Iyas juga agak marah sama au. Tapi itu hal lucu jika aku inget2, kalau lagi sibuk itu ya emosi orang kelihatan. Tapi semua itu hilang kog sekarang aku ngerti karakter kalian teman2. Memang manusia itu memiliki karkater yang berbeda2 dan dengan perbedaan itulah ita menjadi bagian yang hangat.

Iyas makasih ya udah jadi Sie Sponsor yang handal di Seminar Nasional kita. Mona makasih juga ya udah jadi Sie Sponsr yang handal di Seminar Nasional. Shinta maaf ya kemarin sempet bikin kasus. Aku emosi dan emosi ku meluap2,,,aku sempet anyel dan mangkel ke kamu gara2 jemput bola ke Stikes Aisyiyah. Dan terima kasih ya uudah menjadi bodyguarnya Prof Narti yang baik sampae2 ditanyai UU Kesehatan No. 36 tahun 1999 hahaha..kamu ya sin. untung kamu ya PJ nya Prof. Sunartini. Terus buat Claresta ya ampun aku matur nuun buanget Resta jian....sampe aku bingung mau ngomong apa. Jujur Res aku sebel pas itu, aku ngiri pengen jadi PJ nya dr. Adhiatma G...hihih makan bareng, aahhh tapi resta satu langkah ketinggalan malah gak foto bareng beliau itu gimana toh yoo..jiannn...

Buuat kakak Eliza Budi Purnasari. I miss you mbak Eli...aku pingin nangis kalau teringat pas malam itu. Kita nangis, aku trenyuh mbak el bener2 orang yang baik, mbak el enggakk egois. Aku sayang kamu mbak El. Semoga kamu dimudahkan ya segala urusanmu mbak. Jika kamu tetep pingin jodohmu di Mas P....... semoga dimudahkan mbak..loh apa2 ini... Aku cinta kamu mbak El. Muahhh...aku salut sama kamu. pokoknya muah muah muah

Buat Kak Ida, Kakak Rufaida Nurjanah..makasih ya kakak udah ngebimbing Vita. Maaf banget dulu pernah nanggis karena diminta ganti gara2 proposalnya ga butuh angaran dana..itu sempat membuatku sedih. Dan membuat hubungan ku dengan Bunda Cali alias Afrina Yuni Purnasari renggang. ku ngerasa bersalah dan aku saat itu egois mbak. Maafkan aku mbak sayang. Aku sayang mbak Ida. Aku sayang Sari. Mbak ida telah membuka hatiku buat jadi orang yang egois...

Buat Afrina Yuni Purnasari, aku semakin sayang sama kamu cuy. Aku kagum sama kamu udah bangkit dari keterpurukan yang sempat membuatku sedih kalau kamu pergi dari kebidanan. Tapi aku tetap mendoakanmu supaya kamu diberikan yang terbaik. Kamu masih inget gak di dinding kamar 21 itu kan aku nulis entar siapa aja yang ketrima di KU UGM. Nah aku nulis April, Sari, lupa sama siapa lagi. hihihi Dan sekarang yang udah jadi dokter insya alloh Diah Aprilia Eka, hari itu aku sedih tapi juga bahagia. Aku sedih karena saat itu kamu sedih, aku bahgia karena ku masih bisa bersama mu. ekekek. Saat kita pisah kamar, aku kan smsan sama kamu kan Sar, itu aku nangis kenapa kita harus pisah. Mulai dari itu aku malah sayang  kamu,,,heheh tapi sebagai sahabat. heheh..Apalagi pas seminar kemarin, kamu pergi malem ke Rumah Pak Alhiko cuman buat minta ACC seminar dan itu membuat aku bahagia. Kita berhenti di angkringan deket SPBU. Hari ini aku nangis pas nulis blogg ini Sar. Gak tahu kenapa aku tu sayang banget sama kamu. Kelak nanti semoga kamu dapat tercapai cita-citamu ya Sar. ....Iyuhhhh air mata ku keluar banyak....huargggg. Aku bahagia bisa jadi sekretaris di seminar ini


Buat Desy Arum Sari, makasih ya udah mau barenga2 sama aku jadi Sie Sertifikt. Mulai dari itu aku juga dapet feel and akrb sama kamu Ayumi...Kamu luar biasa kerjanya, kamu teliti dan kamu baik. Sampe2 kita di ruang HMJ ngebahas pertengakaranku sama Sinta. Eits...hihii I Love You Ayumi.... :) 

Teman aku sayang kalian. Iyuhhhh, lebai banget sih, maaf ya sobat aku cengeng. Mbak Ida I Love You. Sari I Love You, Ayumi Desy Arum Sari I Love You ....kalian teman terbaikku saat Seminar :)

MAJU YUK HMJ MUAHHH...BISMILLAH....

Selasa, 01 Januari 2013

Resolusiku 2013


Semuanya seperti menjadi sebuah rangkaian yang begitu indah dalam hidupku. Indah dan begitu indah. Saat itu aku seperti menjadi seseorang yang begitu tidak berdaya. Aku melalui masa liburku di tahun kedua aku menempuh mata kuliahku di Mangkuyudan tercinta. Kini aku sudah menempuh semester III di Kebidanan, lebih kurang 1,5 tahun aku singgah di Yogyakarta yang terkenal sebagai kotanya para pelajar. Tahun 2012 begitu cepat aku lalui. Terkesan kilat kan? Padahal baru kemarin aku ketrima di Poltekkes Jogja, sekarang ternyata sudah setahun setengah aku duduk di bangku kuliah ini. Untuk tahun 2012 hari ini, Senin 31 Desember 2012 aku melukiskan kisahku di dalam kertas putih ini. Tahun lalu aku berjuang keras untuk mendapatkan jurusan yang aku impi-impikan untuk masa depanku. Namun aku menemukan kegagalan dan aku yakin itu hanyalah suatu gerbang awal untuk kesuksesan mendatang. Kemarin Ahad, 30 Desember 2012 aku pergi ke SMA tercinta SMA Negeri 1 Cawas. Aku diminta dek Safitri anggota Forisma untuk mengisi dalam kegiatan Training Organization di sana. Begitu banyak pelajaran yang dapat saya ambil. Bersama sahabat rohisku Indah Dwi Astuti kita menyampaikan beberapa patah kata mengenai semangat berorganisasi, belajar juga habits. Ketika itu aku biasa-biasa saja. Namun setelah aku memikirkannya mungkin tahun ini akan menjadi tahun yang mengesankan, karena ini kedua kalinya aku menjadi pembicara di acara tersebut. Aku harus berjuang dan melawan ketakutan yang menjatuhkan mentalku. Namun hal itu dapat aku lalui, ya benar..perasaan itu bisa menghancurkan rasa percaya diriku dalam menyampiakan materi. Namun aku berfikir dan mensuggesti diriku bahwa aku  BISA!
            Tuhan, aku mendapat pelajaran berharga dari seorang sahabat yang insya alloh akan menjadi seorang guru MI atau SD yang handal kelak, dia Indah. Dia menceritakan keberhasilan sahabat-sahabat terdahulu, mereka berhasil karena adanya pembiasaan. Yah, itu memang sulit, kurasa benar. Namun harus ada paksaan untuk mencapai hal itu. Aku sedikit tergugah untuk memulai kehidupan ku yang agak drop di waktu liburan ini. Liburan ini cukup panjang, aku memiliki waktu libur sejak 24 Desember 2012 sampai 27 Desember 2012. Aku di rumah benar-benar merasakan sebuah kebosanan karena aku hanya belajar untuk ujian OSCA (kalau teman2 Kebidanan Reguler sering sebut Ujian Ting tong karena setiap 10 menit waktu berhenti untuk pindah stase berikutnya dan berbunyi ting  tong..hhhhhee) dan persiapan menjadi pembicara di Forisma. Nekat....ya karena dari itulah aku belajar, kalau tidak dengan paksaan mana mungkin aku bisa bicara di depan umum.
            Tepat pada Kamis, 27 Desember 2012 berat rasanya pergi ke Jogja untuk ting tongan besok Jumat. Aku bergegas ke Jogja siang hari setelah Dhuhur, memang begitu berat namun aku lalui karena aku gak mau usahaku gagal. Ibu dengan kasih sayangnya menyiapkan bekalku untuk ke Jogja, membelikan lauk yang tahan basi, itu tempe kering. Yah, aku salaman cium pipi kanan dan kiriku, aku cium pipi adikku Kayyiza Nova Azzahra, kemudian start...aku siap melaju ke Jogja. Aku optimis tidak akan remidi di ujian kali ini. Setiap manusia wajarlah  ketika mereka memiliki mimpi. Kali ini aku bermimpi dan aku meminta kepada Alloh, aku berusaha mewujudkannya, aku pasti bisa. Aku LOLOS OSCA!! Ya..aku lolos, namun ada sedikit masalah. Eh eh eh namun aku tidak menyebutnya masalah karena itu adalah sebuah pengalaman. Ketika ujian selesai aku dan teman-teman cloter Inka Kartika Ningsih sampai Rinta Tri Runika kecuali Latifa Pertiwi dipanggil oleh Bu Sari, bahwasannya kita  boleh lulus namun bersyarat. Kita mendapat tugas mencari berbagai posisi imunisasi. Maksimal tanggal 1 Januari 2012 pukul 00;00 a.m, jika kita tidak mengirim ke e-amail Bu Sari maka dianggap kita remidi praktek. Segera aku dan teman-teman mengerjakan tugas tersebut.
            Pukul 05;00 p.m handphoneku berdering. Aku lihat, ternyata sms dari Ipeh. Pada intinya aku lolos OSCA. Puji syukur aku panjatkan kepada Alloh,rasanya bahagia tiada tara. Yah, aku mulai sholat maghrib berjamaah bersama Rara dan aku mandi, baca Surat Yasiin kemudian beli makan malam...So setelah itu makan bersama. Aku serasa ingin cepat pulang, aku bersama Rara di kamar 2, sampai-sampainya ku tertidur pulas di bed nya Suci. Tahu-tahu sudah pukul 04;00 a.m, aku segera sholat dan buka facebook juga download riwayat Pak B.J. Habibie saran dari sahabatku Eki Noor Istikomah buat tambahan aku cerita di SMA. Ternyata Pak B.J habibie itu tokoh yang luar biasa. Mengesankan... J J J
            Kebahagiaan itu mulai muncul ketika aku mulai perjalanan pulang ke kotaku. Aku sampai di rumah pagi kog. Bahagia dan bahagia adanya ketika kembali ke desa. Satu hari aku lalui, menginjak tanggal 30 Desember 2012 aku mulai tertegun dengan perkataan Indah mengenai sahabat Imam Syafi’i yang hafal A-lqur’an sewaktu usia 7 tahun. Karena adanya pembiasaan, dalam 1 hari ibu Imam khotam 2 kali. Subhanalloh...dari inilah aku mulai merenungi tentang perubahan hidup. Tidak semata-mata aku menyatakan bahwa ini memang sudah takdir yang telah Alloh gariskan kepada beliau tapi memang  karena ikhtiar beliau dan motivasi dari keluarga juga. Aku katakan luar biasa. Malam hari aku sempat terpikirkan, aku ingin merenung dan aku merenung larut malam tentang kehidupanku. Itu malam yang indah....
            Pagi yang cerah Senin, 31 Desember 2012. Tinggal beberapa jam lagi akan ada pergantian tahun Masehi dalam kehidupanku. Aku sering bertanya kepada diri sendiri. Sejauh mana aku memandang kehidupan? Apa yang sudah aku lakukan tentang kehidupanku? Ya, kembali merenungi, ketika banyak teman bertanya “ Apa resolusimu tahun 2013 Vit?” Aku menjawab aku belum menuliskannya, aku baru memiliki gambaran. Salah satu sahabat kuliahku Eki Noor menanyakan hal itu lagi. Aku belum terpikirkan untuk menuliskan resolusiku. Siang hari ketika aku melihat tayangan televisi aku melihat acara televisi, aku langsung tertarik untuk menyaksikannya. Ya, “3 idiots” di sana ada seorang Ilmuwan handal, Fotografer dan Insinyur yang bisa dibilang mereka sangat hebat. Aku mendapatkan banyak motivasi dari film tersebut. Rasanya aku terlahir kembali. (memang sebelumnya belum lahir ya..? haha)
            Pukul 04:32 p.m  menunjukkan  jarum detik angka 5 aku menuliskan rangkaian cerita untuk kehidupanku. Saat itu keadaan desaku dingin, sejuk, dengan suara gemuruh hujan yang lebat bersamaan dengan kilat yang menyambar-nyambar. Aku menulis sesudah aku melihat 3 idiots. Mungkin ini terlalu konyol dan ketika ada orang yang membaca agenda dan ceritaku ini mungkin mereka akan tertawa. Aku berfikir satu hal tentang keyakinan kepada ketentuan Tuhan. Semester II aku begitu optimis mendapatkan IP 3,8 ,,kemudian aku berjuang sepenuh hati, akhirnya Tuhan memberiku hasil yang memuaskan. IP ku 3,72. Namun dari hal itu adalah ujian yang aku terima, bagaimana ya ketika aku mendapatkan apa yang aku butuhkan. “Tuhan, ketika aku optimis aku bisa, aku berdoa pada-Mu, Engkau akan selalu mengabulkan apa yang menjadi keinginanku.” Inilah yang menjadi dasar bahwa ketika ada kemauan kuat, usaha terbaik dan pasrah akan apa yang akan diberikan oleh Tuhan, hasilnya pun sungguh indah.
            Hari ini akan ada pergantian malam tahun baru, aku ini juga baru memikirkan apa sih resolusiku tahun ini? Kalau boleh aku bercerita, aku ingin menjadi sosok yang luar biasa. Aku akan menuliskan mimpi-mimpiku, aku tidak mau disebut seorang pemimpi namun aku cukup bermimpi dan aku menjadi seorang yang bisa mewujudkan mimpiku dengan usaha terbaikku. Tuhan, aku seorang yang biasa dihadapan semua orang, aku ingin menjadi orang yang luar biasa. Aku ini menjadi orang baik di masyarakat ku terutama. Aku ingin memajukan tanah kelahiranku dan tanah kehidupanku. Di sana aku di lahirkan di sebuah rumah tanpa bantuan tenaga kesehatan, bidan pun tidak. Ya di Sukoharjo, aku lahir di sebuah rumah yang terbuat dari bilahan kayu kuno. Itu rumah saudara nenek dan kakekku , aku dilahirkan oleh seorang dukun beranak. Aku ingin pergi ke negeri Cina untuk menuntut ilmu dan menjemput rizkiku, ketika aku pulang ke desa ku, di tempat orang tuaku Klaten, aku ingin membangun masyarakat ini. Aku ingin menjadi bidan desa yang disegani oleh masyarakat. Hidupku yang tidak tahu berapa lama lagi, aku ingin mengabdikan di masyarakat dengan menjadi bidan di desa dan bekerja di puskesmas juga bekerjasama dengan pemerintah setempat untuk mengadakan  kegiatan semacam kegiatan HMJ, dan aku akan kembali bergeelut dengan proposal  yang lumayan ribet. Tapi aku cukup bahagia melalui itu. Tuhan, Engkau Maha Tahu. Aku katakan bahwa aku ikhlas, ingin menjadi orang yang bermanfaat untuk orang lain. Aku memang bukan tipe orang atau tipe mahasiswa yang berkeinginan tinggi sekolah setinggi mungkin sehingga bisa menjadi seorang peneliti. Aku ingin menjadi bidan desa, bidan puskesmas, dan dosen. Cukup itu...(Vita, itu banyak juga Vit.heheh)  Yaaaaaaa....kamu terlampau jauh berfikir Vit. Benar, benar dan benar. Tapi jangan tkut,justru itu membuatku terpacu untuk mencapai cita-citaku.
            Aku ingin menuliskan rangkaian resolusi yang insya alloh akan aku capai nanti jika orang tua meridhoi dan Alloh pun ridho. Berikut resolusiku:
No.
Resolusi
Ikhtiar dan Doa
Target
1
Penelitianku bersama Alfi, Sholi, Ihrom, Jati lolos dan dibiayai oleh pemerintah. “ES KRIM DATUK PELANCAR ASI”
Doa, baca Yaasiin, al fatihah minta fadhilah dari bacaan tsb kepada Alloh
Pengumuman PKM 2012
2
Mentoring SKI kebidanan jalan lagi, ingat ya Vita. Apakah kamu hanya menjadikan ilmu agama sebagai mata kuliah sampinganmu? Di mana mata hatimu Vit?
Gerakkan SKI Adz-kiya, cari mentor, hubungi Mbak Hana, mbak Febri. Berdoa terus kepada Alloh
Maks Maret 2013
3
IPK semester III dapat 3, 72 minimal 3,58.
Aku sedang dalam proses berusaha, namun ada sedikit kendala semangatku. Namun tetap ingat kata Mas Junaid, optimis.
Februari 2013
4
IPK semester IV dapat 3,98 menjadi mahasiswi cumloude angkatan Reguler BENgkayang urutan ke 2 dari Jurusan Kebidanan tahun 2014.
Berdoa, sholat tahajjud, sholat dhuha, baca Al fatihah 7 kali selesai sholat, baca hasbunallohu wani’mal wakiil ni’mal maula wani’mannashshiir. Baca surat Yaasiin minta fadhilah kepada Alloh. à MOHON RESTU IBU, DAPET RIDHO ITU TERPENTING!
2014
5
Lulus Kuliah dari DIII Kebidanan melanjutkan kuliah di Unpad atau D4 Kebidanan Klinik di Mangkuyudan lagi atau di UNS, memalui beasiswa Vita
Berdoa , kun fayakun, searching di internet ttg pendaftaran masuk. Ikuti langkag Ibu  Yani widyastuti, M.Keb selaku Pembimbing Akademik mu Vit
2014
6
Bekerja, jika aku tidak jadi kuliah aku berdoa aku bisa bekerja di salah satu Rumah Sakit yang di sana aku menjadi orang yang sangat bermanfaat dan dibutuhkan oleh ummat. Aku menjadi bidan yang sholehah. Aku ingin 5 tahun bersama temanku dari Kebidanan kerja bareng di sebuah pulau luar jawa, kemudian aku kembali sudah PNS dan bekerja di Puskesmas Ngawen  
BERDOA, KULIAH KULIAH, KULIAH.
2018
7
Mendapatkan beasiswa dari DIPA Poltekkes Kemenkes Yogyakarta 2013 dan 2014 yang berprestasi. Aku termasuk di dalamnya. Kamu pasti bisa. Hidup itu penuh daya juang Vita—> Ulas singkat kata-kata Bu Heni.hehe
Tingkatkan semangat belajarmu. Ingat 3 idiots : belajar itu bukan dengan hafalan namun pemahaman. Karena dengan hafalan kamu bisa terjerumus!! Search di web Poltekkes
Januari 2013 tertanggal 1 januari 2013
8
Istikomah sholat tahajjud, ingat Vit, keberhasilan seseorang tidak akan lepas dari kehendak Tuhan makan tetap berusaha dan berdoalah
PAKSA DIRIMU, IKHLAS...Ingat Mario teguh ya..
01 Januari 2013
9
Do the best untk SKI mu dan HMJ mu Vit. Cukup kamu di HMJ namun kamu harus ingat kurangi mengeluh, sedikit demi sediki. Maafkan setiap sekecil apapun kesalahan atau kekurangan orang lain. Berkacalah pada dirimu. Jangan katakan “Aku kan sudah berbuat baik, namun aku harus berbuat baik sebanyak-banyaknya”
Keteguhan hati
01 Januari 2013
10
Aku menjadi penulis handal, setiap hari aku menulis  halaman di kisah ini. Aku harus bisa!! Aku menulis tentang perjalanan hidupku. Aku bisa
Rajinlah dan berusahalah Vit.. Setan malas akan menghantuimu, mau kalah sama setan?
Maret 2013 sudah 30 halaman
11
Hafalanku juz 30 sampai Surat An-Naziat
Muroja’ah
01 Februari 2012
12
PEMBICARA HANDAL, Aku ingin seperti Ibu Utami Roesli dan dr. Adhiatma Gunawan.
Berlatih menjadi pembicara, berbicara di depan umum hilangkan malu takut dan sejawatnya. Maju di depan presenttasi persiapkan dengan baik. Itu langkah awal
Januari 2013
13
Membelikan kado terindah untuk Ummi dan Abi, karena aku belum pernah membelikan seuntai brang untuk mereka.
Nabung Vit...setiap hari 1000 ya, Vita. Simpan di almari kamar ya. Atau paling tidak setiap sebelum kepulangan sisiihkan 10 rb untuk ditabung ya
02 januari 2012
14
Kelak ketika nanti aku bisa menaikkan haji ayah dan ibuku, panjangkan lah umur mereka Ya Alloh JJ
Aamiin....
Insya alloh 2018
15
 MENJADI MAHASISwA BERPRESTASI 2013-2014 DI JURUSAN KEBIDANAN NOMOR 2 DARI BERBAGAI KANDIDAT.
BELAJAR RAJIN, PERGI KE PERPUS Waktu senggang, baca buku, rangkum buku itu di bukumu, pinjam buku, searching materi dan BACA ya, belajar giat. KURANGI BERCANDA DI KAMAR, PAHAMI MATERI, FOKUS KULIAH, BUANG RASA YANG GANGGU TU
2013
16
Lihai berkomunikasi
Datang ke forisma, tiap sabtu ajak adik2 bahas seputar islam atau kesehatan. Pilih metode yang menyenangkan. Bikin jadual materi. Sms dek Safitri
Februari 2013 mulai ya
17
Membaca Al-kur’an dalam satu hari 2 lemar atau membaca Surat Yaasiin tiap pagi dan sore hari
Ayo paksa dirimu, kamu itu kebanyakan gojek. Gak mau kan tahun ini lebih jelek dari kemarin? INSTROSPEKSI VIT
02 JANUARI 2012
18
Habis Sholat isya, baca satu lembar buku yang menambah wawasan Islam, wajib ya Vit. Ingat kata Indah!!
Baca buku Agenda Muslimah ya bagus itu, bacaan sholat pahami artinya biar sholtmu khsyuk
02 Januari 2012
19
Mendirikan BPM Vina “ Vita Erna” didaerah Bayat.
Pelajari syarat2 UU Izin Praktik bidan, perluas network, perluas jaringan, perluas wawasan, tingkatkan skill lab mu Vit!!

2018
20
Setelah lulus nanti ingin kerja di Luar Jawa tapi harus ada temanà JIKA BELUM JADI LANJUT KULIAH
Kamu punya channel siapa? Peluangnya gimana? Lihat peluang dan lokasi usahakan strategis dengan sholatmu.
2014

Yah begitu banyak yang aku inginkan di tahun ini...So let’s do it from now.  I will reach my dream and I beliefe that I can do it. DO THE BEST VIT!!
. Pergantian tahun kali ini banyak sms dari teman yang muncul di inbox Hpku. Ini tidak akan menjadi impian belaka kan? Di satu sisi aku merasa bahwa mau pergantian tahun atau tidak jika  kamu memang selalu bersemangat untuk lebih baik dan melakukannya dengan sungguh-sungguh aku yakin Tuhan akan mendengar serangkaian doa mulia kita.
Tahun 2013 haruslah lebih baik dari tahun 2012........